Selasa, 28 Desember 2010

300 Suporter Malaysia Akan Duduki Senayan

Sedikitnya 300 suporter Malaysia menyatakan bakal memberikan dukungan langsung kepada tim Harimau Malaya saat pertandingan putaran kedua final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu 29 Desember 2010 malam.

Ratusan fans Malaysia dari Selangor, Johor dan Kelantan ini diorganisir kelompok suporter Selangor (SSFC). Mereka bertolak ke Jakarta kemarin dan bergabung dengan sejumlah fans dari Gerbang Tempur Suporter Malaysia (Ultras Malaya).

Presiden SSFC Mohd Nasir Mohd Yunus mengatakan, kehadiran mereka sudah dikoordinasikan dengan kedutaan besar Malaysia di Jakarta berkait dengan masalah keamanan.

"Suporter Malaysia tidak perlu takut karena kericuhan hanya akan terjadi di dalam stadion saja, dan tidak sampai keluar. Walau begitu, saya mengingatkan fans agar tetap waspada," ujar Mohd Nasir berkaitan dengan pemberitaan di Indonesia yang menyebutkan fans Malaysia tidak berani datang ke Jakarta.

Sebelumnya, sekjen PSSI Nugraha Besoes mengungkapkan, panitia lokal (LOC) sudah menyiapkan 1.000 tiket untuk fans Malaysia. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, hanya sekitar 50 persen dari jatah tiket tersebut yang diambil, termasuk 60 hingga 70 tiket jatah Kedutaan Malaysia di Jakarta.

Sanksi Buat Malaysia Ditentukan AFC

Hukuman terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul kejadian sinar laser pada final pertama Piala AFF 2010 akan ditentukan oleh Federasi Sepak Bola Asia (AFC).

Demikian diungkapkan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa 28 Desember 2010. Nugraha mengaku PSSI telah mengirimkan protes resmi kepada AFF terkiat teror laser tersebut.

Nugraha menegaskan hukuman atas insiden tersebut akan ditentukan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) melainkan AFC.

"Hukuman bukan ditentukan FIFA, karena AFF tidak terdaftar di struktur FIFA. Otoritas tertinggi turnamen ini adalah AFC, jadi hukuman akan ditentukan oleh AFC," kilah Nugraha.

Hal senada diungkapkan oleh Media Officer AFF, Dhines Kumar, yang memastikan hukuman akan ditentukan oleh AFC.

"Tidak mungkin FIFA yang menghukum karena ini adalah turnamen AFC. Hukuman baru akan diberikan setelah ada laporan dari AFF dan match commisioner. Itupun setelah turnamen berlangsung," ujar Dhines.

Teror laser sebenarnya tidak hanya terjadi di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Namun pada Piala AFF 2010 ini, sinar berwarna hijau itu justru sudah muncul saat Indonesia menjamu Malaysia di babak penyisihan Grup A.

Dalam rekaman laga terlihat sinar laser mengenai wajah kiper tim Malaysia, Mohd Sharbinee Allawee Bin Ramli usai Irfan Bachdim mencetak gol terakhir bagi Indonesia. Dalam duel ini, Indonesia menang dengan skor 5-1.

Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang

Tahun 2006 lalu, International Astronomical Union (IAU) mendegradasi Pluto dari planet menjadi sebuah planet kerdil (dwarf planet). Alasannya, dari sisi ukuran, Pluto tidak memenuhi syarat sebagai untuk disebut sebagai sebuah planet.

Saat ini sistem tata surya tinggal memiliki delapan planet yang mengelilingi Matahari. Akan tetapi, dari bukti-bukti baru yang ditemukan, ke depannya bisa jadi tata surya hanya akan terdiri dari 7 buah planet saja.

Dari sisi ukuran, Merkurius memang dua kali lebih besar dibanding Pluto. Namun ternyata, Merkurius, yang kini menjadi planet terkecil yang ada di tata surya itu juga semakin menciut.

Peneliti memperkirakan, Merkurius memang tidak akan jadi sekecil mantan planet kesembilan milik tata surya. Akan tetapi jika ukurannya terus mengecil, IAU tentu akan mendegradasi status planet itu.

Penyebab menciutnya ukuran Merkurius adalah karena inti planet itu yang terdiri dari zat besi cair terus mendingin dan memadat sehingga menciutkan ukuran planet itu dari dalam. Menurut peneliti, pergerakan ini sudah berlangsung sejak miliaran tahun yang lalu.

Penciutan Merkurius juga terlihat dari foto-foto milik satelit Messenger milik NASA yang menggambarkan terjadi lipatan di kerak planet itu. Dari foto juga terungkap bahwa dulu, Merkurius punya banyak gunung berapi yang meletus. Adapun yang mematikan gunung itu adalah karena inti planet semakin dingin.

“Merkurius menunjukkan pada kita berapa besar pengaruh pendinginan inti planet terhadap evolusi yang terjadi di permukaan,” kata Sean Solomon, peneliti dari Carnegie Institution for Science, di Washington, seperti dikutip dari LA Times, 28 Desember 2010.

Sama seperti Mars dan Bulan, Merkurius sangat berapi saat ia lahir. Namun planet itu kehilangan panasnya sejalan dengan pertumbuhannya selama sekitar 4,5 miliar tahun terakhir yang menghentikan aktivitas vulkanik di sana.

Sebagai informasi, planet Bumi juga mengalami pendinginan dengan cara yang serupa. Dan dalam waktu beberapa miliar tahun mendatang, Bumi juga akan terlalu dingin untuk gunung berapi. Setelah inti bumi semakin dingin, gunung-gunung berapi di Bumi akan berhenti meletus.

Fosil di Siberia "Kerabat" Orang Papua

Sejumlah ilmuwan yang mencoba memecahkan sandi DNA sebuah fosil keluarga manusia yang ditemukan di Siberia, Rusia, terperanjat. Lima persen DNA orang Melanesia yang mendiami Papua dan Australia itu ditemukan di makhluk yang dijuluki "Denisovans" itu.

"Kami kira ini kesalahan ketika pertama melihatnya," kata David Reich, peneliti dari Harvard University, yang menulis laporan ilmiah ini. "Namun ini nyata," katanya dilansir the Associated Press, Rabu 22 Desember 2010.

Lebih aneh lagi, fosil itu justru tak menunjukkan sama sekali kaitan dengan nenek moyang orang yang sekarang mendiami Siberia. Padahal, lebih dari 30 ribu tahun lalu, "Denisovans" malang melintang di benua Asia.

Laporan mengenai kaitan "Denisovans" dengan ras Melanesia ini merupakan laporan kedua setelah laporan yang menyimpulkan terjadi perkawinan silang manusia (homo sapiens) dengan Neanderthal di Timur Tengah, sesaat setelah nenek moyang manusia keluar dari Afrika namun sebelum mendiami Eurasia (kawasan antara Asia dan Eropa).

Sementara untuk "Denisovans" kemungkinannya terjadi kawin campur dengan nenek moyang orang Papua yang bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 45 ribu tahun lalu. Namun para ahli masih melanjutkan penelitian lebih jauh soal genom "Denisovans" ini. Todd Disotell dari New York University menyatakan, mereka harus mencari petunjuk jejak warna kulit dan matanya.

"Kami akan merinci gambaran orang ini dalam beberapa tahun ke depan berdasarkan genom ini," katanya.

Keberadaan sanak manusia ini terungkap sembilan bulan lalu berdasarkan sampel DNA yang diselamatkan dari sebuah tulang jari yang ditemukan di Gua Denisova di selatan Siberia. Para peneliti lalu menggunakan Denisovans untuk genom itu, meski belum diketahui apakah mereka merupakan spesies terpisah dengan manusia (homo sapiens).

Namun genom yang ditemukan telah membuktikan Denisovans lebih berkerabat dekat dengan Neanderthals daripada manusia modern. Temun ini mengindikasikan bahwa keduanya muncul dari sebuah nenek moyang yang sama.

Ilmuwan belum tahu seperti apa perawakan Denisovans ini. Namun dari sebuah temuan geraham atas Denisovans di gua itu, ukuran dan bentuknya berbeda dengan Neanderthals dan manusia modern, yang sama-sama pernah hidup seperiode dengan mereka.

David Reich menyatakan, jari dan gigi itu belum ditentukan tanggalnya, namun berdasarkan temuan tulang binatang di sekitarnya, diperkirakan lebih dari 30 ribu atau bahkan 50 ribu tahun yang lalu. Dan mereka atau nenek moyang mereka diduga kawin-mawin dengan nenek moyang manusia modern yang merantau ke Papua pada 45 ribu tahun lalu.

Namun, menurut Reich, aneh jika perjalanan nenek moyang orang Papua melewati Siberia untuk sampai ke Papua. Kemungkinannya adalah Denisovans ini yang melanglang Asia termasuk sampai ke selatan.

"Jelas sekali mereka menyebar di Asia," katanya. Dan ini butuh penelitian DNA warga Asia yang terisolasi lama.

Sementara itu, Rick Potts, Direktur Program Asal-usul Manusia di Smithsonian Institution, berpendapat, penemuan gen Denisovans ini memperkuat dugaan mereka berbeda dengan Neanderthals dan manusia modern. Meski ditemukan DNA Melanesia di Denisovans, Potss berpendapat bukan karena perkawinan campur namun karena DNA dari nenek moyang itu yang bertahan pada mereka namun hilang di populasi manusia modern umumnya.

Penemuan ini membuat teori yang dikemukakan ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer, menemukan basis. Dalam bukunya, Eden in The East, Oppenheimer mengemukakan teori Sundaland merupakan pusat peradaban.

Menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia. Oppenheimer menceritakan, niatnya meneliti ini dimulai dari  komentar tanpa sengaja oleh seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai es hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia. Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia.

Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah. Pada akhir Zaman Es, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam.

"Indonesia telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya," ujar dia. Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara. Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun lalu.

Manusia Pertama Berasal dari Israel?

Para arkeolog Israel mengklaim telah menemukan bukti awal eksistensi manusia modern. Jika ini benar, maka akan mengubah sejarah, juga teori soal asal-usul manusia.

Tim dari Universitas Tel Aviv yang menggali sebuah gua di Israel tengah, mengaku telah menemukan gigi manusia berusia 400.000 tahun -- cocok dengan sisa-sisa Homo sapiens lain yang ditemukan di Israel.
"Sangat menarik untuk sampai di kesimpulan ini," kata arkeolog Avi Gopher, yang timnya meneliti gigi-gigi purba itu menggunakan sinar-X dan CT Scan.

Namun, tambah dia, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat klaim, tersebut. Jika memang terbukti, "ini akan mengubah gambaran evolusi."

Saat ini, teori ilmiah yang diterima adalah bahwa Homo sapiens berasal dari Afrika dan bermigrasi ke luar dari benua hitam itu. Gopher mengatakan, jika fosil tersebut terkait dengan nenek moyang manusia modern, bisa berarti bahwa manusia modern sebenarnya berasal dari wilayah yang sekarang disebut Israel.

Gua prasejarah Qesem ditemukan pada tahun 2000, dan penggalian dimulai tahun 2004. Peneliti Israel, Gopher, Ran Barkai dan Hershkowitz menerbitkan studi mereka di American Journal of Physical Anthropology.
Sementara, ahli prasejarah dari Cambridge University, Sir Paul Mellars mengatakan temuan yang diperoleh dari Israel bisa dipercaya dan penting -- apalagi penemuan fosil dari periode tersebut termasuk langka. Namun, masih prematur untuk mengatakan bahwa apa yang ditemukan di Israel adalah benar, fosil manusia.

Berdasarkan teori yang berkembang saat ini, manusia modern dan Neanderthal berasal dari satu nenek moyang yang hidup di Afrika sekitar 700.000 tahun yang lalu.

Satu kelompok turunan dari nenek moyang itu lantas bermigrasi ke Eropa dan berkembang menjadi jenis Neanderthal yang kemudian punah. Sekelompok lainnya tetap tinggal di Afrika dan berevolusi menjadi Homo sapiens -- manusia modern.

Dijelaskan Mellars, gigi seringkali menjadi indikator yang diandalkan dalam bidang arkeologi. Ia yakin tim di Israel akan menemukan tengkorak dan tulang belulang jika mereka melakukan penggalian lebih dalam.

Kamis, 23 Desember 2010

Demi Garuda, Okto Tak Rayakan Natal

Tidak merayakan Natal bersama keluarga kembali harus dilakukan winger tim nasional Indonesia Oktovianus Maniani tahun ini. Namun, Okto bisa menerimanya.

Okto terpaksa merayakan Natal tahun ini di Malaysia karena skuad timnas Indonesia harus melakoni pertandingan final pertama Piala AFF 2010, Minggu 26 Desember 2010.

Namun, winger Sriwijaya FC ini mengaku sudah terbiasa dengan tidak merayakan Natal bersama keluarga.

"Aku sudah sering merayakan Natal di luar. Sudah hampir tiga tahun terakhir aku merayakan Natal di luar. Aku hanya bisa berdoa. Aku belum tahu ada rencana perayaan Natal dalam tim atau tidak," ujar Okto usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Kamis 23 Desember 2010 pagi.

Okto menjadi salah satu pemain yang kondisinya masih dikhawatirkan. Mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini mengalami cedera hamstring dan masih belum bisa berlari sprint dengan jangka lama. Tapi, Okto mengaku siap bermain.

"Kalau untuk pribadi saya berharap besok sudah fit. Saya siap turun membela timnas Indonesia," papar Okto.

Cedera, Gonzales Ngotot Main di Final

Striker tim nasional Indonesia Cristian Gonzales yakin bisa bermain di final pertama Piala AFF 2010 melawan Malaysia, 26 Desember 2010, meski masih mengalami cedera pangkal paha.

Gonzales menderita cedera pangkal paha kanan saat menggelar latihan Rabu 22 Desember 2010 sore. Fisioterapis timnas Indonesia, Mathias Ibo, menegaskan striker Persib Bandung itu salah dalam melakukan gerakan.

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl tidak ingin mengambil resiko dengan memaksakan Gonzales latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Kamis 23 Desember 2010 tadi pagi.

Ibo optimistis Gonzales bisa bermain di final yang akan berlangsung di Stadion Bukit Jalil. Dan pernyataan tersebut diamini oleh striker naturalisasi asal Uruguay ini.

"Cedera saya tidak apa-apa, tapi pelatih tidak mau mengambil resiko," ujar Gonzales usai latihan tadi pagi.

El Loco sendiri mengaku siap membobol gawang Malaysia seperti yang dilakukannya di babak grup. Saat itu Gonzales mencetak satu gol ke gawang tim Harimau Malaya.

"Saya siap kembali mencetak gol. Saya minta dukungan dari masyarakat Indonesia untuk pertandingan final," tutup Gonzales.

Senin, 20 Desember 2010

McMenemy: Gonzales Seperti Hilang 70 Menit

Pelatih Filipina, Simon McMenemy, mengakui Cristian Gonzales pantas menjadi pahlawan kemenangan bagi tim nasional Indonesia pada semifinal kedua Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010). Gonzales, menurutnya, penyerang yang cukup berbahaya yang sulit dikawal oleh barisan pertahan timnya. Menurutnya, dia sulit dikawal, seolah menghilang dari lapangan.

Gonzales memang menjadi penyerang yang mengagalkan ambisi "The Azkals" lolos ke final. Dalam dua pertemuan semifinal, penyerang Persib Bandung itu selalu mencetak gol pada setiap pertandingannya dan membawa Indonesia menang agregat 2-0.
"Ya dia pemain bagus. Dia pemain yang sulit terkawal. Dia seperti menghilang selama 70 menit," kata McMenemy kepada wartawan usai pertandingan. Pemain kelahiran Uruguay itu untuk sementara menjadi top skor Piala AFF dengan mengemas tiga gol.

"Lini Tengah Indonesia Menakutkan"

Timnas Filipina mendapat bocoran terkait kekuatan utama timnas Indonesia jelang bentrok kedua tim di babak semifinal AFF Suzuki Cup 2010, 16 dan 19 Desember nanti. Poros kekuatan Tim Garuda disinyalir ada pada lini tengah.

Sepanjang babak kualifikasi, poros kekuatan Indonesia memang sulit ditebak. Ini dibuktikan dengan tampilnya tujuh pemain Indonesia yang mampu mencetak gol. Mereka adalah trio striker; Crisitian Gonzales (1 gol), Irfan Bachdim dan Bambang Pamungkas (2 gol), serta empat gelandang yakni kapten tim Fiman Utina, Arif Suyono, Muhammad Ridwan (2 gol), dan winger lincah Oktovianus Maniani dengan torehan satu gol.
style="font-family: inherit;">
Menyikapi peta kekuatan Indonesia, Johnny Romualdez yang sejak partai penyisihan menjadi ‘mata-mata’ The Azkals dengan status sebagai supervisor AFF, mulai menemukan poros utama kekuatan Indonesia. Romualdez, yang sebelumnya sempat menjabat sebagai presiden Federasi Sepakbola Filipina (PFF) memberikan bocoran kepada skuad besutan Simon McMenemy.

“Mereka (Indonesia) memiliki pemain sayap yang sangat cepat, baik di sisi kanan maupun kiri,” tutur Romualdez mengamati performa eksplosif Okto di sayap kiri dan Ridwan di kanan serta Arif Suyono yang berstatus super sub.

“Pemain gelandang mereka juga bertipe pekerja keras, dan mampu melakukan tekel dengan baik. Mereka tak pernah memberikan lawan memainkan bola dan melakukan tekanan ke depan,” lanjutnya dikutip abs-cbnnews, Selasa (14/12/2010).

Sepanjang sejarah pertemuan kedua tim, Filipina memang harus berhati-hati saat meladeni Indonesia. Sebab catatan statistik jauh memihak kepada skuad besutan Alfred Riedl. Dari 17 kali bersua, Indonesia sukses memetik kemenangan sebanyak 16 kali. Hebatnya lagi, Indonesia sukses melesakkan 78 gol dan hanya kemasukan tujuh gol.

Alfred Riedl: Selamat Sore... Assalamualaikum

Jelang partai puncak final AFF Suzuki 2010 melawan Malaysia nanti, timnas Indonesia langsung menggelar latihan.

Bagi pasukan Garuda, euforia kemengan lolos ke final saat menggasak Filipina kemarin harus segera ditinggalkan sementara. Mereka harus kembali fokus menghadapi pertandingan dengan kembali berlatih dan merapatkan barisan jelang laga nanti.

Namun ada yang sedikit berbeda dengan latihan timnas sore ini, Senin (20/12/2010). Sang pelatih, Alfred Riedl yang biasanya dingin menghadapi kerumunan wartawan yang ingin meliput jalannya latihan, kali ini tampil dengan sangat rileks dan senyum mengembang. Bahkan kali ini Riedl langsung menyapa wartawan dan mengucapkan salam dengan logat inggrisnya.


"Selamat sore, assalamualaikum," ujar Riedl dengan logat yang agak tidak jelas.

Usai menyalami wartawan, pelatih asal Austria tersebut langsung menuju ruang ganti pemain dan memimpin jalannya latihan. Seluruh punggawa tim terlihat hadir dalam sesi latihan sore ini. Sorak sorai suporter dari balik pagar lapangan juga mulai terdengar saat skuad merah putih tersebut mulai memasuki lapangan untuk berlatih.


Bonus Rp2,5 Miliar Dibawa Pakai Kardus

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menepati janjinya untuk memberikan bonus pada pemain yang membela Indonesia di Piala AFF 2010. Setelah dipastikan menggondol tiket final dengan mengalahkan Filipina 1-0 di semifinal kedua, Nurdin memberikan uang sebesar Rp2,5 miliar, Minggu 19 Desember 2010.


Uang itu diserahkan Nurdin di ruang ganti pemain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Jumlah itu akan bertambah menjadi Rp5,5 miliar jika Indonesia bisa merebut gelar Piala AFF 2010.




"Bonus Rp2,5 miliar itu dimasukkan ke dalam kardus dan dibawa ke ruang ganti pemain," kata Nurdin dalam acara ramah tamah timnas dengan keluarga Bakrie di kawasan Menteng, Jakarta, Senin 20 Desember 2010.


Indonesia kini harus bersiap menghadapi babak final Piala AFF melawan Malaysia. Tim Merah Putih akan bertandang lebih dulu ke Kuala Lumpur pada 26 Desember 2010. Tiga hari kemudian, gantian Indonesia yang jadi tuan rumah di SUGBK.

Riedl Anggap Malaysia Tak Istimewa

Indonesia sudah mulai bersiap untuk partai final Piala AFF 2010 melawan Malaysia pada 26 dan 29 Desember 2010. Indonesia akan bertandang lebih dulu ke Stadion National, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Stadion ini pernah menyimpan kenangan manis buat Indonesia di Piala AFF 2004. Saat itu Indonesia menang telak 4-1 di babak semifinal.


"Persiapan kami melawan Malaysia akan sama seperti melawan Filipina. Tidak ada yang istimewa," kata Riedl seperti dikutip dalam wawancara dengan TVOne, Senin 20 Desember 2010.


Riedl juga enggan menanggapi target pelatih Malaysia, Rajagopal Khrisnasamy yang ingin menang 1-0 di laga pertama. Yang penting, kata Riedl, anak asuhnya bermain baik. 


"Kami memiliki keinginan untuk menang. Kami akan bermain baik tapi tetap optimis," tambahnya.


Sebaliknya, Rajagopal sebagai perwakilan kubu Malaysia melihat tidak ada salahnya ingin menang di kandang sendiri. Unggul 1-0 itu pun dilihatnya sebagai skor yang cukup, menilik ketatnya pertandingan semifinal Indonesia vs Filipina yang berlangsung kemarin. Tim Merah Putih menang dengan agregat 2-0 setelah menang 1-0 di leg 1 dan leg 2.


"Betul juga kita tidak boleh berandai karena ini final. Tapi, saya ingin kita (Malaysia) menang di kandang sendiri," tutur Rajagopal.

Rabu, 15 Desember 2010

Menpora Pastikan Kostum Timnas RI Pakai Lambang Garuda


Jakarta,
Penggunaan lambang Garuda pada kostum Timnas Indonesia mendapat gugatan. Namun Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng memastikan Timnas tetap akan menggunakan kostum berlambang garuda pada pertandingan semifinal Piala AFF lawan Thailand pada 16 Desember 2010 mendatang.
Menpora menegaskan, desain kostum Timnas Indonesia yang menggunakan lambang garuda tidak terdapat unsur menghina lambang negera sehingga tidak melanggar Undang-Undang.
"Siapa saja berhak menggugat asal alasannya jelas. Melihat desain itu saya tidak melihat ada pelanggaran dalam menggunakan lambang garuda di UU. justru memberikan semangat," jelasnya.
Sebelumnya, seorang pengacara, David ML Tobing menggugat agar kostum Timnas Indonesia tidak lagi menggunakan lambang Garuda pada pertandingan di semifinal Piala AFF 2010. Pasalnya Hal tersebut dianggap melanggar UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, lambang Negara dan lagu Kebangsaan.

Menurut David, berpedoman pada Pasal 52 dijelaskan lambang negara dapat digunakan sebagai lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah, atau WNI yang mengemban tugas negara di luar negeri. "Nah, sekarang apakah bertanding termasuk dalam kategori itu," jelas david.
Dalam gugatannya, David meminta PN Jakarta Pusat memerintahkan Presiden, Mendiknas, dan Menegpora melarang dan melakukan pengawasan seksama penggunaan lambang negara tersebut.

Irfan Bachdim Bangga Bertemu SBY



Jakarta,
Hari ini (13/12) hati salah satu pemain andalan Tim Nasional RI Irfan Bachdim bersuka cita. Pemain hasil naturalisasi ini sangat senang dapat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden SBY menemui pemain Timnas di Lapangan ABC, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (13/12/2010). SBY didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl, dan Manager Timnas Andi Darussalam.

"Wow today a special day for me. I met Mr President. This is the biggest honour in my life," ungkap Irfan Bachdim melalui akun Twitternya, @irfanbachdim10, sesaat setelah bertemu Presiden.

Presiden sempat menanyakan tempat lahir Irfan Bachdim. "Amsterdam," jawab Bachdim dengan singkat.

Presiden mengaku bangga atas prestasi Timnas yang berhasil melaju ke semifinal Piala AFF 2010 dan menjuarai grup A. Presiden berjanji akan hadir pada laga Timnas lawan Filipina, Kamis (16/12).